Jogja merupakan kota dengan sedugang destinasi wisata yang wajib diekplore , termasuk wilayah utara yang disana terletak Wisata Merapi Jogja , yang menjadi destinasi wisata yang sayang untuk dilewatkan.
Tempat wisata Merapi Jogja terletak di bagian utara Daerah Istimewa Yogyakarta, tepatnya masuk ke dalam kawasan Magelang, Sleman, Klaten, dan Boyolali. Wisata Merapi Jogja menawarkan berbagai destinasi wisata yang tak kalah menakjubkan dengan wisata lainnya di Jogja.
Merapi merupakan salah satu gunung api yang paling aktif di Indonesia. disekitarnya, terdapat beragam wisata Merapi yang menarik dikunjungi. Banyak aktivitas wisata yang dapat dilakukan di lereng Gunung Merapi ini.Sejak Gunung Merapi erupsi pada 2010, masyarakat sekitar Lereng Gunung Merapi menciptakan beberapa tempat sebagai destinasi wisata , Pilihan wisata Merapi ini di antaranya seperti museum, taman rekreasi, hingga panorama pegunungan yang sejuk.
Ke Wisata Gunung dengan Tanjakan , tikungan dan berbagai rintangan yang ada ada baiknya menggunakan kendaraan " jeep " yang akan memberikan pengalaman berbeda untuk menjelajahi jalanan desa di lereng Gunung Merapi, menerabas sungai-sungai dangkal, dan naik turun medan yang bikin seluruh penumpang terguncang-guncang. beberapa Lokasi wisata antara lain :
1. MUSEUM PETILASAN MBAH MARIDJAN
Mbah Marijan merupakan sosok juru kunci Merapi yang sangat tersohor. Ia meninggal saat letusan Merapi 2010 terjadi, tepatnya pada pada 26 Oktober 2010 . Erupsi terbesar Gunung Merapi yang lama tidak terjadi dalam waktu 100 tahun terahir dan terjadi pada oktober 2010 itu menjadi Erupsi yang telah memakan korban 353 orang, termasuk Juru Kunci Gunung Merapi saat itu, Mbah Maridjan. Mbah Marijan dimakamkan di Bendesari, Glagaharjo, Kec. Cangkringan, Kabupaten Sleman. Meskipun hanya makam biasa, namun saat berkunjung ke sana baik untuk berziarah. Ada juga yang ingin mengetahui kisah Mbah Marijan selama menjadi guru kunci Merapi . Museum Petilasan Mbah Maridjan menyimpan berbagai koleksi benda yang menunjukkan dahsyatnya awan panas Gunung Merapi memberikan dampak awan panas yang sampai bisa menghancurkan atau melelehkan benda-benda yang dilaluinya.
2. BUNKER KALIADEM
Bunker Kaliadem merupakan lokasi wisata yang unik dan juga menyimpan unsur sejarah. Bunker Kaliadem dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Sleman sekitar tahun 2000-an dan mulanya difungsikan sebagai tempat berlindung dari awan panas Gunung Merapi.
Bunker ini menjadi saksi bisu meletusnya Gunung Merapi selama dua kali, tepatnya pada tahun 2006 dan 2010. Setelah mengalami berbagai kejadian, bunker seluas 12 x 8 meter. ini sudah kembali normal dan menjadi destinasi wisata populer di sekitaran Merapi.
3. MUSEUM MINI SISA HARTAKUGanasnya letusan gunung merapi memberikan jejak yang terlihat bagi semua masyarkat Indonesia khususnya Yogyakarta. Dampak letusan yang dahsyat terekam dalam memori semua penduduk kaki gunung merapi. Pada hari Selasa 26 Oktober 2010 merapi erupsi, wedhus gembel dan lahar panas yang merah menghabiskan hutan pepohonan yang hijau di kaki gunung. Wedhus gembel melewati rumah penduduk desa asli Kepuharjo dan sekitarnya.
Tidak hanya rumah yang habis terbakar, namun korban jiwa yang meninggal terdapat ratusan dari berbagai kalangan usia. Letusan ini menyisakan pilu yang sangat dalam bagi penduduk kaki gunung merapi, seluruh Indonesia juga merasakan kesedihan atas bencana alam yang melanda Yogyakarta khususnya Sleman.
Memori bencana alam atau letusan gunung merapi pada tahun 2010 akan selalu terekam di dalam cerita hidup masyarakat. Salah satunya Bapak Sriyanto, yang kemudian sisa-sisa rumahnya menjadi sebuah museum dan diberi nama Museum Mini Sisa Hartaku atau The House of Memory. Museum yang sudah dikenal banyak orang ini terletak di Kepuharjo, Cangkringan, Kabupaten Sleman, DIY.
4. NAIK JEEP MENYUSURI KALI KUNING MERAPI
tujuan berikutnya sekalian balik ke pangkalan jeep adalah susur sungai yang awalnya dikira merupakan kali yang panjang dan mengalirkan air namun ternyata adalah tempat bagian trek yang berdekatan dengan bekas aliran lahar Gunung Merapi , Di sini, kita akan merasakan betapa kuatnya alam, tetapi juga betapa menawannya pemandangan yang tercipta setelah letusan.
Setelah puas dengan trekking, saatnya untuk mencoba pengalaman paling mendebarkan di Kali Kuning: petualangan naik jeep. Jeep wisata ini dirancang untuk membawa kita melintasi jalur ekstrem di kawasan Kali Kuning, termasuk menyusuri sungai berbatu dan medan terjal yang menantang. Begitu jeep melaju, kita akan merasakan adrenalin mulai terpacu. Setiap tikungan tajam dan goncangan di jalur berbatu membuat jantung berdebar. Salah satu highlight perjalanan adalah saat jeep melintasi sungai dengan kecepatan tinggi, menyemburkan air ke segala arah. Pengalaman ini benar-benar menghadirkan sensasi luar biasa yang sulit dilupakan.
5. CANDI PRAMBANAN / CANDI RORO JONGGRANG
kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia yang dibangun pada abad ke-9 masehi. Candi ini dipersembahkan untuk Trimurti, tiga dewa utama Hindu yaitu Brahma sebagai dewa pencipta, Wishnu sebagai dewa pemelihara, dan Siwa sebagai dewa pemusnah. Berdasarkan prasati Siwagrha nama asli kompleks candi ini adalah Siwagrha (bahsa Sansekerta yang bermakna ‘Rumah Siwa’), dan memang di garbagriha (ruang utama) candi ini bersemayam arca Siwa Mahadewa setinggi tiga meter yang menujukkan bahwa di candi ini dewa Siwa lebih diutamakan.
Kompleks candi ini terletak di kecamatan Prambana Desa Bokoharjo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta dan kecamatan Prambanan, Klaten, Jawa Tengah kurang lebih 17 kilometer timur laut Yogyakarta, Nama Prambanan, berasal dari nama desa tempat candi ini berdiri, diduga merupakan perubahan nama dialek bahasa Jawa dari istilah teologi Hindu Para Brahman yang bermakna “Brahman Agung” yaitu Barhman atau realitas abadi tertinggi dan teragung yang tak dapat digambarkan, yang kerap disamakan dengan konsep Tuhan dalam agama Hindu. Pendapat lain menganggap Para Brahman mungkin merujuk kepada masa jaya candi ini yang dahulu dipenuhi oleh para brahmana. Pendapat lain mengajukan anggapan bahwa nama “Prambanan” berasal dari akar kata mban dalam Bahasa Jawa yang bermakna menanggung atau memikul tugas, merujuk kepada para dewa Hindu yang mengemban tugas menata dan menjalankan keselarasan jagat.
وَالْسَّــــــــــلاَمُ عَلَيْكُمُ وَرَحْمَةُ اللَّــــــــــهِ وَبَرَكَــــــــــاتُةُ
0 comments:
Posting Komentar
Terima Kasih Atas Komentar yang sekaligus sebagai Informasi dan Diskusi Kita , Bila Belum ada Jawaban Akan secepatnya ditindaklanjuti